ARSITEKTUR JARINGAN
ARSITEKTUR JARINGAN
Pertemuan Ke-2
A. Pengertian Arsitektur
Jaringan
Arsitektur jaringan adalah desain dan kerangka kerja
yang mengatur bagaimana komponen jaringan berinteraksi
dan berkomunikasi satu sama lain. Ini mencakup model
referensi yang mendefinisikan standar untuk berbagai fungsi
jaringan dan protokol.
B. Model OSI (Open Systems Interconnection)
1. Latar Belakang Model OSI
Model OSI dikembangkan oleh International
Organization for Standardization (ISO) untuk memfasilitasi
interoperabilitas antara berbagai sistem jaringan dan
perangkat. Model ini memiliki 7 lapisan yang masing-masing
memiliki fungsi spesifik.
2. Lapisan-lapisan dalam Model OSI
Lapisan 1. Physical (Fisik)
Fungsi: Mengatur aspek-aspek fisik seperti koneksi kabel,
sinyal, voltase, dan media transmisi.
Contoh: Ethernet, kabel fiber optic, konektor RJ-45.
Lapisan 2. Data Link (Tautan Data)
Fungsi: Mengatur pengalamatan fisik, deteksi dan koreksi
kesalahan, serta kontrol akses media.
Protokol: Ethernet, PPP (Point-to-Point Protocol), MAC
(Media Access Control).
Contoh: Switch, NIC (Network Interface Card).
Lapisan 3. Network (Jaringan)
Fungsi: Mengatur pengalamatan logis dan routing data antara
jaringan.
Protokol: IP (Internet Protocol), ICMP (Internet Control
Message Protocol).
Contoh: Router.
Lapisan 4. Transport (Transport)
Fungsi: Menyediakan pengiriman data end-to-end, kontrol
aliran, dan koreksi kesalahan.
Protokol: TCP (Transmission Control Protocol), UDP (User
Datagram Protocol).
Lapisan 5. Session (Sesi)
Fungsi: Mengelola dan mengontrol sesi komunikasi antara
aplikasi.
Protokol: NetBIOS, PPTP (Point-to-Point Tunneling
Protocol).
Lapisan 6. Presentation (Presentasi)
Fungsi: Melakukan translasi data, enkripsi, dan kompresi.
Contoh: SSL/TLS (Secure Sockets Layer/Transport Layer
Security), JPEG, ASCII.
Lapisan 7: Application (Aplikasi)
Fungsi: Menyediakan layanan jaringan untuk aplikasi
pengguna.
Protokol: HTTP, FTP, SMTP, DNS.
C. Model TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol)
1. Latar Belakang Model TCP/IP
Model
TCP/IP
adalah
kerangka kerja yang digunakan
untuk komunikasi di internet.
Ini lebih sederhana dan terdiri
dari 4 lapisan dibandingkan
dengan model OSI yang
memiliki 7 lapisan.
2. Lapisan-lapisan dalam Model TCP/IP
Lapisan 1. Network Interface (Antarmuka Jaringan)
Fungsi: Mengatur bagaimana data dikirimkan melalui media
fisik.
Contoh: Ethernet, Wi-Fi.
Lapisan 2. Internet (Internet)
Fungsi: Mengatur pengalamatan logis dan routing data antar
jaringan.
Protokol: IP (IPv4/IPv6), ICMP, ARP (Address Resolution
Protocol).
Lapisan 3. Transport (Transport)
Fungsi: Menyediakan pengiriman data end-to-end.
Protokol: TCP, UDP.
Lapisan 4. Application (Aplikasi)
Fungsi: Menyediakan layanan untuk aplikasi jaringan.
Protokol: HTTP, FTP, SMTP, DNS.
D. Perbandingan Model OSI dan TCP/IP
Kompleksitas: Model OSI memiliki 7 lapisan, sedangkan
model TCP/IP hanya 4 lapisan.
Penggunaan: Model OSI lebih teoritis dan digunakan
sebagai panduan desain, sementara model TCP/IP lebih
praktis dan digunakan secara luas dalam implementasi
jaringan internet.
Pendekatan: Model OSI memiliki pendekatan "lapisan
lapisan" yang lebih detail, sementara model TCP/IP lebih
sederhana dengan beberapa lapisan yang mencakup fungsi
yang lebih luas.
E. Protokol Jaringan dan Fungsinya
Protokol jaringan adalah aturan dan konvensi yang
mengatur bagaimana data dikomunikasikan dalam jaringan.
Beberapa protokol penting meliputi:
1.
TCP/IP : Protokol dasar internet yang mengatur
pengiriman data.
2. HTTP (HyperText Transfer Protocol) : Mengatur
pertukaran data di web.
3. FTP (File Transfer Protocol) : Mengatur transfer file
antar komputer.
4. SMTP (Simple Mail Transfer Protocol): Mengatur
pengiriman email.
5. DNS (Domain Name System): Mengubah nama domain
menjadi alamat IP.
F. Implementasi dan Penggunaan Protokol Jaringan
1. Pengaturan IP Address IPv4:
Menggunakan
32-bit address, contoh:
192.168.1.1.
IPv6:
128-bit
Menggunakan
address,
contoh:2001:0db8:85a3
:0000:0000:8a2e:0370:
7334.
2. Subnetting Tujuan:
Membagi jaringan
besar menjadi jaringan lebih
kecil untuk efisiensi dan
keamanan.
Teknik: Menentukan subnet
mask untuk mengidentifikasi
jaringan dan host, contoh:
255.255.255.0 untuk subnet
mask standar.
G. Teknologi Jaringan Terkini
SDN (Software-Defined Networking):
Memisahkan kontrol
jaringan dari perangkat keras untuk fleksibilitas dan efisiensi.
NFV (Network Function Virtualization):
Virtualisasi
fungsi jaringan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan
skalabilitas.
IoT (Internet of Things):
Menghubungkan perangkat sehari
hari ke internet untuk komunikasi dan kontrol.

Komentar
Posting Komentar