IP ADDRESSING DAN SUBETTING
IP ADDRESSING DAN SUBETTING
Pertemuan Ke-7
A. Pengertian IP Addressing
B. Jenis-Jenis Alamat IP
1. IPv4
2. IPv6
C. Kelas Alamat IPv4
D. Alamat Khusus IPv4
Alamat Loopback: 127.0.0.1 (digunakan untuk menguji fungsi jaringan pada komputer lokal).
Alamat Broadcast: 255.255.255.255 (digunakan untuk mengirimkan pesan ke semua perangkat dalam jaringan lokal).
Alamat Private: Tidak dapat digunakan di internet, hanya untuk jaringan internal.
▪ Kelas A: 10.0.0.0 – 10.255.255.255
▪ Kelas B: 172.16.0.0 – 172.31.255.255
▪ Kelas C: 192.168.0.0 – 192.168.255.255
E. Subnetting
1. Pengertian Subnetting
Subnetting adalah proses membagi jaringan IP besar menjadi jaringan-jaringan kecil (subnet) untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan jaringan.
2. Manfaat Subnetting
Mengurangi Lintas Lalu Jaringan: Mengurangi broadcast jumlah yang diterima oleh setiap perangkat.
Meningkatkan Keamanan: Memisahkan jaringan untuk membatasi akses.
Efisiensi Alamat IP: Menggunakan alamat IP secara lebih efisien.
F. Penghitungan Subnet
1. Subnet Mask
Subnet mask menentukan bagian dari alamat IP yang digunakan sebagai jaringan dan bagian yang digunakan sebagai host. Subnet mask terdiri dari 32 bit, dibagi menjadi bagian jaringan (bit 1) dan bagian host (bit 0).
2. Contoh Subnetting
Misalkan kita memiliki jaringan dengan alamat 192.168.1.0/24 dan ingin membuat 4 subnet.
1. Tentukan Jumlah Subnet dan Host:
Jumlah Subnet: 2^n ≥ 4 (n = jumlah bit yang dipinjam dari bagian host untuk subnetting).
Jumlah Host per Subnet: 2^(32 - (prefix length + n)) - 2.
2. Hitung Subnet
Mask Baru: Original Prefix Length: /24 (255.255.255.0).
Tambahkan bit untuk subnetting: /26 (255.255.255.192).
3. Pembagian Subnet:
Subnet 1: 192.168.1.0/26 (192.168.1.0 – 192.168.1.63)
Subnet 2: 192.168.1.64/26 192.168.1.127)
Subnet 3: 192.168.1.191)
Subnet 4: 192.168.1.255) 192.168.1.128/26 192.168.1.192/26 (192.168.1.64 (192.168.1.128 (192.168.1.192
G. VLSM (Variable Length Subnet Mask)
VLSM adalah teknik subnetting yang memungkinkan penggunaan subnet mask dengan panjang yang berbeda dalam satu jaringan IP. VLSM memungkinkan alokasi alamat IP yang lebih efisien.
1. Contoh VLSM
Misalkan kita memiliki jaringan 192.168.0.0/24 dan membutuhkan 3 subnet dengan ukuran berbeda: 50 host, 20 host, dan 10 host.
1. Subnet untuk 50 Host:
Subnet Mask: /26 (255.255.255.192)
Subnet: 192.168.0.0/26 (192.168.0.0 – 192.168.0.63)
2. Subnet untuk 20 Host:
Subnet Mask: /27 (255.255.255.224)
Subnet: 192.168.0.64/27 (192.168.0.64 – 192.168.0.95)
3. Subnet untuk 10 Host:
Subnet Mask: /28 (255.255.255.240)
Subnet: 192.168.0.96/28 (192.168.0.96 – 192.168.0.111)
H. CIDR (Classless Inter-Domain Routing)
CIDR adalah metode pengalamatan yang menggantikan sistem pengalamatan kelas tradisional. CIDR memungkinkan pengelompokkan beberapa jaringan menjadi satu rute.
1. Notasi CIDR
CIDR menggunakan notasi alamat IP/prefix length, misalnya 192.168.1.0/24.
2. Manfaat CIDR
Penggunaan Alamat IP yang Efisien: Mengurangi pemborosan alamat IP.
Mengurangi Jumlah Routing Table: Menggabungkan beberapa rute menjadi entri.
I. satu Praktik Terbaik dalam Pengalamatan dan Subnetting
Rencanakan Jaringan dengan Baik: Tentukan kebutuhan jaringan sebelum menerapkan subnetting.
Gunakan VLSM untuk Efisiensi: Alokasikan alamat IP sesuai kebutuhan masing-masing subnet.
Dokumentasi yang Rinci: Catat semua pengaturan IP dan subnet untuk memudahkan pemeliharaan dan pemecahan masalah.
Keamanan Jaringan: Pisahkan subnet berdasarkan fungsionalitas dan keamanan.





Komentar
Posting Komentar